Lokasi jembatan Bailey 1 dikampung Long Duhung dengan panjang jembatan 39 meter
Berau – Kebutuhan perbaikan jalan dan jembatan di wilayah hulu Kelay, yang melewati Kampung Long Duhung, Long Keluh, Long Pelay, dan Long Lamcin di Kecamatan Kelay, selalu menjadi suara utama dari kepala kampung saat Musrenbang tingkat kecamatan maupun Kabupaten.
Pasalnya, jalan ini sulit dilewati saat musim hujan. Itulah yg menjadi keluhan Warga Hulu Kelay , karena permukaannya hanya tanah dan banyak jembatan kayu log yang ditimbun tanah.
Jika jembatan ambruk, kendaraan biasa pun tak bisa lewat. Sehingga banyak Warga mempertanyakan terkait proyek ini yang sempat beredar di media sosial FB dan grup whatsapp yang ada di Kabupaten Berau pekerjaan ini mencapai Perogeres 95 persen.
Sedangkan fakta di lapangan pekerjaan Proyek tersebut baru sampai Kampung Long Keluh. Sehingga masih ada dua kampung di Hulu yang belum bisa di lewati kendaraan yaitu kampung Long Pelay dan Long Lamcin.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan PUPR Kab.Berau Junaidi menjelaskan bahwa ruas jalan ini bernama Jalan Poros Long Lamcin. Berdasarkan SK Bupati Berau Nomor 286 Tahun 2017 tentang Penetapan Ruas Jalan Kabupaten Berau. Panjangnya 85,4 km, melewati wilayah Kecamatan Segah dan Kelay.
Menurutnya sepanjang jalan itu ada sekitar 30 jembatan kayu log dan dua sungai yang sangat lebar. Nah, jika banjir besar kendaran tidak bisa melitas sungai tersebut yaitu Sungai Duhung dan Sungai Payan.
“Selama ini, jalan ini masuk status Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Sehingga tak tersentuh pembangunan karena masalah kewenangan,” ujar Junaidi kepada wartawan Minggu (14/12/2025).
Namun, SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 548/2024 tanggal 13 Mei 2024 mengubah status lahan dari KBK menjadi Kawasan Non Budidaya Kehutanan (KBNK) di Kalimantan Timur, termasuk Berau.

Dari 85,4 km, lanjut Junaidi sudah 60 km alih status (lebar 13 meter dari sudut ke sudut), sisanya 25,4 km masih KBK di wilayah Batu Rajang menuju Long Duhung.
Wilayah Long Lamcin dan Long Suluy sudah lepas status KBK. Ini kabar baik karena lebih dari setengah jalan kini bisa dibangun pemerintah untuk akses transportasi masyarakat.
“Sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Berau yang berkomitmen memperbaiki infrastruktur. Pada tahun 2025, diprogramkan rehabilitasi jalan dan jembatan dengan anggaran Rp20 miliar, termasuk konsultan perencanaan, pengawas, dan pekerjaan fisik,” ungkapnya.
Diketahui, nama paket pekerjaannya, yaitu: Rehabilitasi Jalan Poros Batu Rajang-Long Lamcin. Dalam rangka persiapan dilakukan Rapat Sosialisasi di Kantor Kecamatan Kelay pada 26 Agustus 2025, dipimpin Camat Kelay, dihadiri Kepala kampung Long Duhung, Long Keluh, dan Long Pelay.
Pemenang Tender PT .Tirta Dharma Segah senilai Rp18.502.650.000, dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender.Pekerjaan utama meliputi:Pemasangan 2 unit jembatan Bailey: bentang 39 meter di Sta. km 51 dan 36 meter di Sta. km 67.Pemasangan 7 titik gorong-gorong baja bergelombang (Aramco).

Perbaikan geometrik dan perkerasan jalan sepanjang 6.100 meter di wilayah Kampung Long Duhung dan Long Keluh.
Proyek ini tahap awal, Junaidi berharap agar proyek terus berlanjut untuk seluruh ruas jalan, saat ini, progres fisik mencapai 98%. Kedua jembatan Bailey sudah terpasang, 7 gorong-gorong Aramco selesai (hanya tinggal plester dinding sayap), dan perbaikan 6.100 meter jalan rampung.

Ini lokasi Jembatan Bailey 2 diKampung Long Keluh sepanjang 30 meter
“Jembatan dan gorong-gorong sudah dibuka untuk masyarakat. Mari kita jaga dan rawat agar dapat bermanfaat lebih lama. Kita semua dorong kelanjutan perbaikan Jalan Poros Long Lamcin,” pungkasnya.
(Jr/Dedi)


